Hospitality

Hospitality atau dalam bahasa serapan Indonesia adalah hospitalitas, sering para barista mengabaikan yang satu ini, saya sering menemui barista yang tidak menggunakan slogan seperti yang tertulis di gambar pembuka, kadang saya jengkel, sebagai tamu saya dianggap 'orang lain', maksud saya seperti transaksi narkoba, saya beli-bayar-lalu pergi begitu saja, dan yang paling membuat saya jengkel adalah ketika saya memesan espresso atau ristretto 'itu gelasnya kecil mas' atau 'itu kopinya cuman sedikit mas' atau 'itu kopinya pait sekali mas'. sudahlah nanti malah marah - marah terus ndak jadi berbagi.


Kita baca dulu diskripsi menurut pendapat para profesional :
Hospitalitas adalah terjemahan dari kata benda Latin hospitium (atau kata sifatnya hospitalis), yang berasal dari hospes, yang artinya “tamu” atau “tuan rumah”. Konsep ini juga dipengaruhi oleh kata Yunani xenos, yang menunjuk kepada orang asing yang menerima sambutan atau yang melakukan penyambutan terhadap orang lain. (Michele Hershberger)
Hospitalitas adalah keramah tamahan, sebuah perwujudan dari ungkapan rasa kehangatan dalam menerima orang lain, rasa hormat, serta persahabatan dan persaudaraan kepada orang lain, terutama kepada tetamu yang datang.
(Kompas10 Juni2008)
Hospitalitas (= dari kata hospes yang berarti tamu; hospitalitas berarti sikap sebagai tuan rumah yang baik) sering diartikan sebagai keramahtamahan orang yang suka menjamu, akrab dan dapat menciptakan suasana santai.
( Henri J.M. Nouwen)
Hospitalitas adalah suatu aktivitas perancangan dan pergerakan atau pandauan oleh sesuatu perusahaan atau organisasi berhubung dengan segala kaedah, peraturan, dan juga tanggungjawab serta tugas-tugas kaki tangannya itu.
(Wan Azmi)
The hospitality industry is a broad category of fields within the service industry that includes lodging,restaurants, event planning, theme parks, transportation, cruise line, and additional fields within the tourism industry.
(Wikipedia)
hospitaliti merupakan inter­aksi antara tuan rumah (hosts) dengan tamu (guests) pada saat yang bersamaan mengkonsumsi makanan/minuman dan akomodasi. (tim STP Bali (2008))
Here is a definition of Hospitality :
H = home: the original ‘Public House’ was exactly that : a house where the inn-keeper welcomed strangers to stay with him : at a (fair) rate
O = openness: a place where one is welcomed with openness: genuine and caring
S = secure: where you are ensured that you can indeed sleep without a worry
P = peaceful: in order to be refreshed upon departure
I = intelligent: a place where they have given your stay more than a good thought
T = trust: the re-assurance that you are ‘not taken for a ride’
A = able: where there are ‘able’ men (and women) there to serve you
L = listen: where one is being listened to
I = informative: where you can gather news and information as well as share it
T = together: in the sharing warmth of other travelers and providers
Y = YOU: are our Number One: the Guest
(the Guest Jean Keijdener, Country General Manager, Executive Office, Somerset Palace, Seoul, South Korea)


Ramah tamah pada pembeli atau pengunjung gampangnya, seperti saat saya berkunjung ke cafe terkenal di kota saya (Malang) saya masuk disambut dengan bahasa jawa halus "Sugeng Rawuh" yang artinya selamat datang. atau waktu itu di cafe dekat rumah saya, si barista selalu bertanya kepada saya; "gimana kopinya mas? enak?" waktu pertama saya kesana saya memesan double ristretto dan mereka bertanya "sudah pernah minum ristretto sebelumnya mas?" sengaja saya jawab belum dan mereka menjelaskan dengan telaten.

yaaa that's all, semoga semua barista cafe maupun warung di seluruh Nusantara menerapkan keramah tamahan yang sudah dibahas diatas, biar bule bule yang datang ngopi ditempat samean membenarkan yang selama ini mereka dengar bahwa wong indonesia iku ramah ramah.

Sam Djo

No comments:

Post a Comment

Instagram

Adv