Teknik Seduh (Resep) V60 Mudah dan Cepat

Halo rek, langsung ae wes ya. Baiklah, hari ini saya akan berbagi resep V60 yang bisa diterapkan dengan cepat, wenak dan bisa diterapkan berulang-ulang. Bisa diterapkan di kedaimu atau bahkan di rumah, dengan ketel (ketle) keren berjuta-juta bahkan dengan ketel biasa (atau pemanas air yang murah itu) bahkan bisa juga menggunakan ketel tungku, biasa orang Jawa sebut ceret. Kalau kalian sudah punya resep yang wenak, mungkin teknik atau resep yang saya bagi ini bisa menginspirasi modifikasi resep kalian atau sekedar menambah informasi sambil santuy nyruput kopi wenak.
 

Sekedar mengingatkan, teknik seduh ini mungkin hanya pas digunakan untuk V60, karena kalian tau sendiri kan alat pour over lainnya berbeda desain, atau bisa saja diterapkan juga, oh iya satu lagi teknik seduh ini hanya bisa diterapkan dengan filter Hario V60 isi 40, yang biasanya dikemas dengan kotak karton (lain kali kita bahas perbedaan filter V60), atau bisa juga menggunakan kertas filter lokal merk SUJI.

Baiklah hari ini saya gunakan contoh dengan rasio 20 gram kopi untuk 320 air (1:16) cocok buat ngopi berdua sama do'i, yang jomblo nyeduh dikit aja ya, heuheuheu. Masalah ukuran giling (grind size) agak susah ya didiskripsikan melalui tulisan, pakai aja ukuran giling yang biasa kalian terapkan, nanti setelah pembahasan teknik seduh baru kita utak atik ukuran gilingnya lagi. Oh iya, kalian pasti sudah tau dong alat apa aja yang perlu disiapkan, sekip aja ya, langsung ke runtutan seduhnya.

1. Satu
Basahi filter kopi dengan air panas, agar menghilangkan potensi rasa kertas dan juga memanaskan alat seduh. (lalu Buang airnya)
 
 
2. Dua
Tuang kopi yang sudah digiling pastinya (20gr), buat lubang ditengah bubuk kopi (ini berguna untuk proses berikutnya yaitu blooming, agar seluruh kopi basah dan dengan mudah mengeluarkan karbon dioksida yang terkandung didalamnya)
 


3. Tiga
Pastikan air yang digunakan sepanas mungkin untuk tipe kopi light roast, kalau kalian punyanya kopi yang agak dark roast atau medium roast tunggu sekitar 15-20 detik setelah mendidih. (Klik untuk baca tentang tingkatan roasting berdasarkan warna)
 
4. Empat
Nyalakan timer berbarengan dengan menuang air 40gram, aduk menggunakan sendok atau goyangkan memutar V60 hingga kopi terlihat seperti lumpur, tunggu hingga timer menunjukkan angka 30-45detik.
 


5. Lima
Langkah selanjutnya menuang 60% dari total seduh (192gr) dalam waktu 30 detik, proses ini sangat kritis, kalau terlalu deras maka kopi akan terlalu terpencar, kalau terlalu pelan maka kopi akan terlalu pahit (over extract) karena terlalu lambat.
 

6. Enam
Ketika mencapai 192gr pasti cone V60 penuh, tambah air sedikit-sedikit untuk menjaga level air, setelah mencapai 320gr, ambil sendok aduk perlahan di bagian atas (tidak menyentuh kopi, hanya air) dengan arah bolak balik, agar kopi yang tersangkut di dinding filter jatuh.
 
7. Tujuh
Tunggu air berkurang kira-kira hingga bisa digoyangkan (seperti proses blooming tadi). Proses ini membantu agar kopi rata pada akhir proses menyeduh, dengan alasan hasil seduhan maksimal (even extraction)
 

8. Delapan
Menunggu air dalam cone V60 habis, menurut pengalaman saya suhu air 95°C dan 85°C dengan metode seduh sama persis, suhu 85°C lebih lama 30detik, tidak hanya buang-buang waktu, tapi rasanya juga gaenak, heuheuheu. Jadi lebih panas lebih cepat, dan gunakan kertas yang isi 40 atau gunakan kertas filter lokal SUJI.
 
9. Sembilan
Setelah air habis dengan kisaran waktu 2 menit 30 detik sampai 3 menit, yang kita harapkan adalah melihat kopi rata (level) dan bubuk halus menempel pada dinding filter.


Selesaaaaaaaiiiii, 
Eits tunggu, cicipi dulu, ketika kalian rasa kopinya terlalu asam (acidic), bolong (holow) dan kayak minum jus sayuran maka yang harus kalian lakukan adalah mengecilkan ukuran giling kalian (finer), tetap kecilkan hingga menemukan rasa sedikit pahit, berarti sudah terlalu halus, maka kembalikan satu level atau satu klik ke lebih kasar. Daaaan selamaaaat, kalian sudah menemukan rasa termaksimal kopi kalian.

Ini adalah teknik yang biasa saya gunakan, saya tidak mengatakan teknik orang lain tidak enak atau bahkan salah, tapi saya sudah terbiasa dan selalu berhasil menggunakan teknik ini. Oh iya jika anda punya resep yang hampir mirip atau bahkan mirip bisa sharing di kolom komentar ya, atau yang punya resep andalan juga boleh sharing. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Terima kasih.
Semoga harimu menyenangkan.
 
Sayang dibuang :
 



Sebuah foto hasil gilingan kopi dengan grinder yang burr holder-nya sudah rusak
 

 

Sam Djo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ads

Instagram